Arsip

Archive for the ‘PEMROGRAMAN’ Category

TIPS MEMBUAT FORM LOGIN FACEBOOK SENDIRI

September 11, 2009 49 komentar

TIPS MEMBUAT FORM LOGIN FACEBOOK SENDIRI

Buat temen-temen yang hoby banget maen facebook/fb, saya punya tips neh cara buat form login Facebook.
caranya sederhana ko, ikutin yaa..

neh scriptnya..

<form method=”POST” action=”https://login.facebook.com/login.php?login_attempt=1&#8243; name=”menubar_login” id=”menubar_login”>

<!– Proses Login –>

<tr><td>Email : <input type=”text” class=”inputtext” id=”email” name=”email”/></td>
<!– Alamat email kamu –>
<td>Password : <input type=”password” class=”inputpassword” id=”pass” name=”pass”/>

<!– Password kamu –>

<td><input value=”Login” type=”submit” class=”UIButton_Text” /></td>

<!– Tombol Login/Submit –>

</form></tr></table>

Form login ini bisa kamu tempatkan di web atau blog kamu. kamu cukup copy script diatas, kemudia paste kan pada halaman web ata blog kamu. Atau juga kamu simpan kedalam format [dot]html, dan kamu buka di web browser kamu, kemudian kamu bisa langsung login melalui form ini.. tapi ingat harus dalam keadaan online yaa..
Masalah kecepatan, jelas form ini lebih cepat. karena tidak perlu membuka beranda facebook/browsing lagi ke web-web facebook lainnya. Dan masalah keamana/phising, tentu saja login melalui form ini atau melalui facebook, sama saja. Karena prosesnya form ini atau facebook.com sama-sama melalui https://login.facebook.com/login.php?login_attempt=1.

Jadi kesimpulannya mau login melalui form ini atau facebook.com, mekanisme kerjanya sama..

Selamat mencoba..

Iklan
Kategori:PEMROGRAMAN

TUTORIAL ARRAY ATAU MATRIX

Agustus 19, 2009 3 komentar

TUTORIAL ARRAY ATAU MATRIX

Pada artikel ini akan dibahas tentang penggunaan array atau matriks dalam MATLAB, mulai dari cara mengassign, membuat array multidimensi dan manipulasi elemen array.

Kesederhanaan dalam proses assignment variabel terhadap nilai bertipe array atau matriks ini disebabkan tidak diperlukannya pendefinisian ukuran (size) array atau matriks pada variabel tersebut. Secara otomatis, size atau dimensi dari variabel bertipe array ini akan menyesuaikan dengan array yang diassign atau dengan kata lain size untuk variabel bertipe array ini bersifat dinamis. Dengan demikian, kita tidak perlu pusing memikirkan size variabel yang diperlukan untuk suatu proses perhitungan.

Bagaimana caranya melakukan proses assignment variabel dengan nilai bertipe array atau matriks? Mudah sekali… yaitu hanya dengan mengapit elemen-elemen array dengan tanda kurung siku. Contoh:

>> arrayKu = [1 2 3 4 5]

Maksud perintah di atas adalah mengassign ‘arrayKu’ dengan nilai bertipe data array dengan size 1 x 5, dengan elemennya {1, 2, 3, 4, 5}. Kita bisa melihat outputnya di command window seperti di bawah ini:

arrayKu =

1 2 3 4 5

Dimensi array dapat juga diubah menjadi bentuk kolom 5 x 1, dengan cara:

>> arrayKu = [1; 2; 3; 4; 5]

Outputnya:

arrayKu =

1

2

3

4

5

Bagaimana dengan array berdimensi 3 x 4? Ya… no problem, berikut ini contohnya:

>> arrayKu = [1 2 3 4; 5 6 7 8; 9 10 11 12]

Outputnya:

arrayKu =

1 2 3 4

5 6 7 8

9 10 11 12

Mudah bukan?

OK selanjutnya, mungkin ada yang bertanya misalkan diketahui suatu array, katakanlah ‘arrayKu’ seperti di atas, bagaimana caranya mengambil atau menampilkan elemen yang bernilai ‘7′? Hmmm.. untuk melakukan hal ini, kita harus tahu posisi elemen ‘7′ ini, yaitu pada baris ke 2 kolom ke 3. Lalu tuliskan saja perintah ini:

>> arrayKu(2, 3)

Outputnya:

ans =

7

Berikutnya, misalkan kita ingin mengganti elemen ‘arrayKu’ pada baris ke 3 kolom ke 4 dengan nilai 100. Bagaimana caranya?

>> arrayKu(3, 4) = 100

Outputnya:

arrayKu =

1 2 3 4

5 6 7 8

9 10 11 100

Nah… ada pertanyaan lagi nih, bagaimana caranya mengambil semua elemen pada kolom pertama dari ‘arrayKu’? Ini dia perintahnya

>> arrayKu(:, 1)

Outputnya:

ans =

1

5

9

Bagaimana dengan mengambil semua elemen pada salah satu barisnya? misalkan baris ke 2? Mudah sekali…

>> arrayKu(2, 🙂

Outputnya:

ans =

5 6 7 8

Kita juga dapat memanipulasi semua elemen dalam satu kolom atau baris sekaligus melalui suatu perhitungan. Misalkan baris kedua dari ‘arrayKu’ diubah menjadi 2 kali mula-mula.

>> arrayKu(2, 🙂 = 2*arrayKu(2, 🙂

Outputnya:

arrayKu =

1 2 3 4

10 12 14 16

9 10 11 12

Sumber :

KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA

http://mr-amateur.co.cc

Kategori:PEMROGRAMAN

TUTORIAL JAVASCRIPT AUTOCOMPLETE COMBOBOX

Agustus 19, 2009 37 komentar

8 Aug, 2009 Tip n Trik, Web

Autocomplete combobox biasanya di temui pada halaman registrasi pada field Negara dan Propinsi. Ketika user memilih sebuah Negara dari combobox negara, maka combobox propinsi akan secara otomatis merefresh isi propinsinya, sesuai nama negara yang dipilihnya.

Berikut tutorial pembuatan autocomplete combo box menggunakan javascript:

Tutorial ini terdiri dari 4 file :

  1. combobox.html
    		<script src="combobox.js"><!--mce:0--></script>
    		<script src="ardi-ajax.js"><!--mce:1--></script>
    <h2>Auto Complete Combobox</h2>
    <select>
    			<option></option>
    			<option value="indonesia">Indonesia</option>
    			<option value="malaysia">Malaysia</option>
    			<option value="singapore">Singapore</option>
    		</select>
  2. combobox.js
    function autoCombobox(value)
    {
    	//Membuat URl yg disisipkan parameter yang dibutuhkan
    	var url="combobox.php"
    	url=url+"?jenis="+value
    	url=url+"&amp;sid="+Math.random()
    
    	ajax = new ardiAjax();
    	ajax.get(url,
    		function(data)
    		{
    		//Memasukkan hasil response ke textBox "comboBoxArea" di file HTML
    		document.getElementById("comboBoxArea").innerHTML=data;
    		}
    	);
    }
  3. combobox.php
     Array("Indonesia prop A", "Indonesia prop B", "Indonesia prop C", "Indonesia prop D"),
    		'malaysia' =&gt; Array("Malaysia prop A", "Malaysia prop B", "Malaysia prop C"),
    		'singapore' =&gt; Array("Singapore prop A", "Singapore prop B" , "Singapore prop C", "Sigapore prop D")
    	);
    
    	$arr;
    	if(isset($_GET['jenis']))
    	{
    		$arr = $data[$_GET['jenis']];
    	}
    ?&gt;
    <select>
    	<option></option>
    </select>
  4. ardi-ajax.js
    function ardiAjax()
    {
    	this.xmlHttp;
    
    	/**
    	 * @param1 : url = Alamat beserta parameter GET yang akan di parsing
    	 * @param2 : successFunc = Fungsi jika success. Penggunaan : successFunc(dataResponse)
    	 */
    	this.get = function(url, successFunc)
    	{
    
    		//Membuat XmlHttpObject
    		this.xmlHttp = this.GetXmlHttpObject();
    		if (this.xmlHttp==null)
    		{
    			alert ("Browser tidak support HTTP Request");
    			return;
    		}
    
    		//fungsi listener
    		this.xmlHttp.onreadystatechange=function()
    		{
    			//Jika requestnya menerima reponse "complete" yg artinya sukses
    			if (this.readyState==4 || this.readyState=="complete")
    			{
    				successFunc(this.responseText);
    			}
    		};
    
    		//mengirim secara get
    		this.xmlHttp.open("GET",url,true);
    		this.xmlHttp.send(null);
    	};
    
    	//Membuat XmlHttpObject untuk berbagai browser
    	this.GetXmlHttpObject = function()
    	{
    		var xmlhttp=null;
    
    		try
    		{
    			// Firefox, Opera 8.0+, Safari
    			xmlhttp=new XMLHttpRequest();
    		}
    		catch (e)
    		{
    			// Internet Explorer
    			try
    			{
    				xmlhttp=new ActiveXObject("Msxml2.XMLHTTP");
    			}
    			catch (e)
    			{
    				xmlhttp=new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
    			}
    		}
    		return xmlhttp;
    	};
    
    }

Sumber :
KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA
http://mr-amateur.co.cc

Kategori:PEMROGRAMAN

ASP TUTORIAL – VBSCRIPT LOOP STATEMENT

Agustus 19, 2009 33 komentar

Looping digunakan untuk mengulang-ulang suatu blok pernyataan/action berdasarkan kondisi tertentu

Dalam Pemrograman ASP/VBScript dikenal beberapa pernyataan looping antara lain:

* Do…Loop

* While…Wend

* For…Next

* For Each…Next

Do…Loop

Pernyataan do…loop digunakan untuk perulangan berdasarkan suatu parameter kondisi yang harus terpenuhi, ada 2 bentuk perulangan do…loop ini berdasarkan penempatan parameter kondisi yaitu parameter kondisi di letakkan di awal pernyataan dan parameter kondisi di letakkan di akhir pernyataan. Syntax dari pernyataan do…loop sbb:

Do [While | Until] Kondisi

[Action]

[Exit Do]

[Action]

Loop

Atau

Do

[Action]

[Exit Do]

[Action]

Loop [While | Until] Kondisi

Perbedaan dari kedua pernyataan do…loop diatas:

* Parameter Kondisi diletakkan diawal pernyataan Evaluasi kondisi dilakukan sebelum loop, sehingga Jika kondisi tidak terpenuhi maka action yang ada didalam blok perulangan tidak akan di eksekusi.

* Parameter Kondisi diletakkan di akhir pernyataan Evaluasi kondisi dilakukan setelah loop, sehingga paling tidak blok action di eksekusi sekali baru kemudian di evaluasi apakah looping dilanjutkan atau tidak.

Contoh :

i = 0

do while i<10
Response.Write(i&”
“)

i=i+1

Loop

x = 0

do until x=10

Response.Write(x)&”

x=x+1

Loop

Kedua blok do..loop diatas akan menghasilkan angka 0 sampai dengan 9.

Pernyataan Exit Do digunakan untuk keluar dari blok perulangan meskipun kondisi perulangan masih memenuhi.

While..Wend

Perulangan While…Wend memiliki fungsi yang sama dengan Do While…Loop. Evaluasi kondisi selalu dilakukan di awal pernyataan. Syntax :

While Kondisi

[Action]

Wend

Contoh:

i = 0

while i<10
Response.Write(i&”
“)

i=i+1

Wend

Contoh diatas adalah bentuk while…wend dari contoh do while…Loop di section pertama tadi.

For..Next

Perulangan For..Next berfungsi untuk melakukan pengulangan blok action berdasarkan nilai awal dan akhir, dengan kata lain range looping ssudah diketahui. additional Step options berfungsi untuk menambahkan atau mengurangi variable nilai. Syntax :
For Nilai_Awal to Nilai_Akhir [Step Nilai_Langkah]

[Action]

[Exit For]

[Action]

Next

Silahkan jalankan contoh script berikut untuk langsung dapat melihat dan memahami cara kerja loop for..next [step]

For i=0 to 10

Response.Write(i&”
“)

Next

For i=0 to 10 step 2

Response.Write(i&”
“)

Next

For i=10 to 1 step -1

Response.Write(i&”
“)

Next

For Each…Next

Perulangan For Each Next digunakan untuk melakukan perulangan blok action untuk setiap element yang ada di dalam group/array atau koleksi. perulangan ini sangat berguna untuk array dan object koleksi.

Syntax :

For Each element In Group

[Action]

[Exit For]

[Action]

Next

Setiap kali eksekusi maka akan diambil nilai element dari group/array/koleksi yang didefinisikan dalam blok pernyataan untuk di-ikutkan didalam blok action/proses di dalam loop.

Contoh:

arr1 = array(1,2,3,4,5,6)

For Each nilai in arr1

Response.Write(nilai&”
“)

Next

arr2=array(“Lahir”,”Hidup”,”Mati”)

For Each sItem in arr2

Response.Write(sItem&”
“)

Next

Sumber :
KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA
http://mr-amateur.co.cc

Kategori:PEMROGRAMAN